Mesin Penggerak Crane Menurut Jenisnya. Pekerja Proyek Konstruksi Harus Tau Harga Sewanya

Diposting pada

Mesin penggerak crane dapat bervariasi tergantung pada jenis crane yang digunakan. Berikut adalah beberapa jenis mesin penggerak crane yang umum digunakan:

 

  1. Mesin Diesel: Biasanya digunakan pada crane bergerak seperti all-terrain crane atau rough terrain crane. Mesin diesel mampu memberikan tenaga yang besar untuk menggerakkan crane, serta bisa digunakan di lingkungan yang lebih keras.
  2. Mesin Listrik: Mesin penggerak crane jenis ini biasanya digunakan pada crane yang beroperasi di dalam gedung atau area tertutup. Mesin listrik bekerja dengan tenaga listrik dan mampu menghasilkan tenaga yang lebih tenang dan stabil dibandingkan dengan mesin diesel.
  3. Mesin Hidraulik: Crane yang menggunakan mesin hidraulik memiliki kemampuan yang lebih akurat dalam mengangkat dan memindahkan beban. Mesin hidraulik menggunakan cairan bertekanan tinggi untuk menggerakkan sistem crane.
  4. Mesin Bensin: Mesin penggerak crane jenis ini jarang digunakan pada crane besar, namun seringkali digunakan pada crane kecil atau jenis pick-up crane. Mesin bensin lebih ringan dan lebih mudah digunakan, namun memiliki kekurangan dalam hal efisiensi bahan bakar.
Baca juga:  Spesifikasi dan Daftar Harga Mesin Gerinda Duduk Semua Merk

 

Perlu diingat bahwa mesin penggerak crane sangat penting dalam menentukan kekuatan dan performa crane. Pastikan mesin penggerak crane yang digunakan dalam proyek Anda telah teruji dan memiliki performa yang memadai, serta dilakukan perawatan secara rutin dan berkala untuk memastikan crane dapat beroperasi dengan aman dan efektif.

Tower crane adalah jenis crane yang biasanya digunakan pada proyek konstruksi bangunan bertingkat tinggi. Berikut adalah beberapa fungsi utama dari tower crane:

  1. Mengangkat dan memindahkan bahan bangunan: Tower crane dapat mengangkat dan memindahkan berbagai jenis bahan bangunan, seperti beton, kayu, besi, dan lain-lain. Hal ini memungkinkan material tersebut dipindahkan ke tempat yang sulit dijangkau oleh manusia atau alat angkut lainnya.
  2. Membantu pemasangan elemen struktural: Tower crane membantu memasang elemen struktural bangunan, seperti balok, kolom, dan balok penumpu. Crane ini dapat mengangkat elemen struktural tersebut dari bawah dan memasangnya dengan akurasi tinggi pada posisi yang diinginkan.
  3. Mengangkat dan memindahkan peralatan berat: Tower crane juga dapat digunakan untuk mengangkat dan memindahkan peralatan berat yang diperlukan pada proyek konstruksi, seperti alat-alat berat, mesin konstruksi, dan material lainnya.
  4. Menjangkau area yang sulit dijangkau: Tower crane dapat menjangkau area yang sulit dijangkau oleh alat angkut lainnya. Karena crane ini dapat dipasang pada ketinggian yang tinggi, sehingga memungkinkan untuk memindahkan material atau peralatan ke lokasi yang sulit dijangkau.
  5. Meningkatkan produktivitas proyek: Penggunaan tower crane dapat meningkatkan produktivitas proyek karena dapat mengangkat dan memindahkan material dan peralatan dengan cepat dan efisien. Crane ini juga dapat menghemat waktu dan biaya tenaga kerja karena hanya diperlukan sedikit pekerja untuk mengoperasikan crane.
Baca juga:  Apa Saja Fungsi Mesin Amplas ? Berikut Macam Merek dan Tipenya :

 

Dalam proyek konstruksi bangunan bertingkat tinggi, tower crane sangat penting untuk membantu mengangkat dan memindahkan bahan bangunan, peralatan berat, dan elemen struktural dengan akurasi tinggi. Namun, perlu diingat bahwa tower crane memerlukan operator crane yang terlatih dan memiliki sertifikasi yang diperlukan untuk memastikan operasinya aman dan efektif.

 

Harga Sewa Crane Per Hari

Harga sewa crane bervariasi tergantung pada ukuran, kapasitas angkat, lama waktu penyewaan, serta lokasi dan permintaan pasar di daerah tersebut. Namun, sebagai gambaran kasar, berikut adalah perkiraan harga sewa crane di Indonesia:

  1. Crane Penyeimbang (10 – 20 ton): Rp 5 juta – Rp 10 juta per hari
  2. Tower Crane: Rp 50 juta – Rp 150 juta per bulan
  3. Mobile Crane (25 – 50 ton): Rp 15 juta – Rp 25 juta per hari
  4. Crawler Crane (50 – 100 ton): Rp 25 juta – Rp 50 juta per hari
  5. Overhead Crane: Rp 10 juta – Rp 20 juta per bulan
  6. Jib Crane: Rp 5 juta – Rp 10 juta per hari
  7. Gantry Crane (50 – 100 ton): Rp 25 juta – Rp 50 juta per hari
Baca juga:  Fiber Semen Bentuk Papan Pengganti Gypsum Cocok Untuk Interior yang Kokoh

 

Harga sewa crane dapat berbeda-beda tergantung pada lokasi penyewaan, jenis crane, dan kondisi pasar. Oleh karena itu, sebaiknya Anda melakukan pengecekan harga dari beberapa penyedia jasa sewa crane terlebih dahulu sebelum memutuskan untuk menyewa crane.