Sejarah Sepeda Motor Listrik. Harga, Komponen dan Jenis Baterai Bagaimana?

keuntungan dan kerugian sepeda listrik, harga, komponen dan cara merakit, jenis baterai Li-ion, bisakah meledak?, bisakah ganti baterai?

Sepeda listrik adalah sepeda yang dilengkapi dengan motor listrik sebagai sumber tenaga untuk membantu menggerakkan sepeda. Sepeda listrik biasanya menggunakan baterai sebagai sumber tenaganya dan dapat diisi ulang menggunakan listrik dari stop kontak. Sepeda listrik biasanya memiliki pedal seperti sepeda biasa, namun motor listriknya dapat diaktifkan dengan bantuan tuas pengendali. Dalam beberapa kasus, sepeda listrik dapat mencapai kecepatan yang lebih tinggi daripada sepeda biasa dan dapat menempuh jarak yang lebih jauh. Sepeda listrik menjadi semakin populer karena dianggap lebih ramah lingkungan daripada kendaraan bermotor konvensional dan juga bisa lebih efisien dalam berbagai situasi perjalanan.

Sejarah Sepeda Listrik di Dunia

Sepeda listrik pertama kali dikembangkan pada tahun 1890-an. Namun, pada saat itu, teknologi baterai belum cukup maju untuk menghasilkan daya yang cukup untuk menjalankan sepeda listrik dalam jarak yang cukup jauh. Sehingga pada akhirnya, sepeda listrik dianggap sebagai teknologi yang kurang praktis dan tidak populer.

Namun, pada akhir abad ke-20 dan awal abad ke-21, perkembangan teknologi baterai dan elektronik semakin maju. Hal ini membawa revolusi pada industri sepeda listrik dan meningkatkan minat masyarakat terhadap sepeda listrik. Berikut adalah beberapa peristiwa penting dalam sejarah perkembangan sepeda listrik di dunia:

Tahun 1890-an

Sepeda listrik pertama kali dikembangkan, tetapi teknologi baterai belum cukup maju sehingga sepeda listrik tidak populer.

Tahun 1990-an

Sepeda listrik mulai dihidupkan kembali dengan adanya inovasi pada baterai dan teknologi elektronik. Sepeda listrik mulai diproduksi di Jepang, Eropa, dan Amerika Serikat.

Tahun 2005

Perusahaan Amerika Serikat, Tesla Motors, memperkenalkan mobil listrik pertama, Tesla Roadster. Hal ini menjadi titik balik dalam perkembangan mobil listrik dan memperkuat minat masyarakat terhadap kendaraan listrik.

Tahun 2008

Perusahaan China, Bionx International, memperkenalkan sepeda listrik yang menggunakan motor listrik dan baterai lithium-ion.

Tahun 2010-an

Sepeda listrik semakin populer di seluruh dunia, dan banyak produsen sepeda terkenal seperti Trek, Specialized, dan Giant memasuki pasar sepeda listrik. Teknologi baterai semakin maju dan memungkinkan sepeda listrik untuk menempuh jarak yang lebih jauh dan memiliki daya tahan yang lebih lama.

Tahun 2020-an

Pandemi COVID-19 meningkatkan minat masyarakat terhadap sepeda listrik sebagai alternatif transportasi yang aman dan ramah lingkungan. Banyak kota di seluruh dunia meningkatkan infrastruktur untuk mendukung penggunaan sepeda listrik.

Perkembangan teknologi baterai dan elektronik memainkan peran penting dalam perkembangan sepeda listrik. Dengan kemajuan teknologi yang semakin pesat, sepeda listrik diprediksi akan semakin populer dan menjadi alternatif transportasi yang lebih ramah lingkungan dan praktis di masa depan.

 

Komponen yang Terdapat pada Sepeda Listrik

Sepeda listrik memiliki beberapa komponen utama, seperti:
  1. Motor Listrik: Merupakan komponen utama pada sepeda listrik yang berfungsi sebagai sumber tenaga untuk menggerakkan sepeda. Motor listrik ini biasanya terletak di roda belakang atau depan, dan dapat diaktifkan dengan menggunakan tuas pengendali.
  2. Baterai: Merupakan sumber listrik untuk motor pada sepeda listrik. Baterai biasanya terletak di dalam kerangka atau di bawah sadel. Kapasitas baterai biasanya diukur dalam watt-jam (Wh), dan semakin besar kapasitas baterai, semakin jauh jarak tempuh sepeda listrik.
  3. Pengendali: Berfungsi untuk mengatur dan mengendalikan kecepatan sepeda listrik. Pengendali dapat berupa tuas di setang sepeda atau pedal yang dilengkapi sensor akselerasi.
  4. Sensor Pedal: Berfungsi untuk mendeteksi gerakan pedal pada sepeda listrik dan mengatur output daya dari motor.
  5. Rem: Sepeda listrik biasanya dilengkapi dengan sistem pengereman yang terdiri dari rem cakram atau rem hidrolik untuk memberikan kontrol dan keamanan dalam mengendalikan kecepatan sepeda.
  6. Lampu Depan dan Belakang: Sepeda listrik harus dilengkapi dengan lampu depan dan belakang seperti halnya sepeda biasa, agar pengendara dapat melihat dan dilihat pada saat berkendara di malam hari.
  7. Rangka: Merupakan kerangka utama sepeda listrik, terbuat dari bahan yang kuat dan ringan seperti aluminium atau baja.
  8. Ban: Merupakan komponen penting pada sepeda listrik yang menentukan kenyamanan dan stabilitas pada saat berkendara. Ban sepeda listrik biasanya lebih tebal dan berdiameter lebih besar dari ban sepeda biasa untuk menopang beban tambahan dari motor dan baterai.
  9. Aksesoris: Sepeda listrik biasanya dilengkapi dengan beberapa aksesoris seperti pelindung rantai, stang kemudi, atau tempat penyimpanan untuk baterai cadangan.
Baca juga:  Cara Kerja Teknologi Hidrogen pada Mobil, Apa Kelemahannya? Indonesia Berani Produksi ?

 

Harga Sepeda Motor Listrik Murah Berdasar Merek

Harga sepeda motor listrik bervariasi tergantung pada merek, model, kapasitas baterai, dan fitur tambahan lainnya. Berikut adalah beberapa contoh harga sepeda motor listrik di Indonesia:

  1. Viar Q1: mulai dari Rp 14 jutaan
  2. GESITS: mulai dari Rp 28 jutaan
  3. Pedeo M100: mulai dari Rp 36 jutaan
  4. BOLT M-1: mulai dari Rp 60 jutaan
  5. Niu NQi GT: mulai dari Rp 58 jutaan
  6. Vespa Elettrica: mulai dari Rp 300 jutaan

Namun, harga tersebut bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan pemerintah terkait pembebasan pajak untuk kendaraan listrik.

Jenis Baterai yang Digunakan pada Sepeda Listrik

Sepeda listrik umumnya menggunakan baterai lithium-ion (Li-ion) atau baterai lithium-polymer (Li-Po). Baterai ini dipilih karena memiliki kepadatan energi yang tinggi dan dapat memberikan daya tahan yang baik. Selain itu, baterai Li-ion dan Li-Po juga relatif ringan dan dapat diisi ulang berkali-kali tanpa mengalami penurunan kinerja yang signifikan. Kapasitas baterai yang digunakan pada sepeda listrik bervariasi tergantung pada model dan produsen sepeda listrik tersebut. Semakin besar kapasitas baterai, semakin jauh jarak tempuh yang dapat dicapai oleh sepeda listrik. Namun, baterai yang lebih besar biasanya juga berarti sepeda listrik akan menjadi lebih berat dan lebih mahal.

 

Kelebihan Baterai Li-ion

Baterai lithium-ion (Li-ion) memiliki beberapa kelebihan, antara lain:
  1. Kepadatan Energi Tinggi: Baterai Li-ion memiliki kepadatan energi yang lebih tinggi dibandingkan dengan jenis baterai lainnya. Hal ini membuat baterai Li-ion lebih ringkas dan lebih ringan, sehingga lebih mudah diintegrasikan ke dalam perangkat yang lebih kecil dan ringan.  Baterai Li-ion memiliki kapasitas yang lebih tinggi dibandingkan dengan baterai jenis lain dengan ukuran yang sama.
  2. Waktu Pengisian Cepat: Baterai Li-ion dapat diisi ulang dalam waktu yang relatif lebih singkat dibandingkan dengan jenis baterai lainnya, seperti baterai nikel kadmium (NiCad) atau baterai nikel logam hidrida (NiMH). Hal ini berarti pengguna tidak perlu menunggu terlalu lama untuk mengisi ulang baterai sebelum dapat menggunakan kembali perangkat yang menggunakan baterai Li-ion.
  3. Berat yang ringan: Baterai Li-ion memiliki berat yang relatif ringan dibandingkan dengan baterai jenis lain, sehingga cocok digunakan pada perangkat yang membutuhkan mobilitas tinggi, seperti sepeda listrik, laptop, dan ponsel pintar.
  4. Daya tahan yang baik: Baterai Li-ion memiliki masa pakai yang lebih lama dan dapat diisi ulang berkali-kali tanpa mengalami penurunan kinerja yang signifikan.
  5. Tidak ada efek memori: Baterai Li-ion tidak memiliki efek memori, yang berarti baterai dapat diisi ulang kapan saja, tanpa harus menunggu baterai sepenuhnya habis.
  6. Tidak mengalami kendala pengisian: Baterai Li-ion dapat diisi ulang dengan cepat dan tidak memiliki kendala pengisian yang sering terjadi pada baterai jenis lain, seperti baterai nikl-kadmium (NiCd) dan baterai nikl-metal hidrida (NiMH).
  7. Lebih aman: Baterai Li-ion memiliki desain yang lebih aman dan tidak mudah meledak atau terbakar, karena adanya sistem pengaman dan pengaturan suhu yang baik.
  8. Karena kelebihan-kelebihan ini, baterai Li-ion sering digunakan pada perangkat yang membutuhkan daya tahan dan mobilitas yang tinggi, termasuk sepeda listrik, kendaraan listrik, laptop, ponsel pintar, dan perangkat elektronik lainnya.
Baca juga:  Cara Merawat Sepeda Motor Listrik, Yuk Intip Daftar Harga Beserta Merk

 

Kelemahan Baterai Li-ion

Berikut adalah beberapa kelemahan baterai lithium-ion (Li-ion):

  1. Biaya produksi yang tinggi: Baterai Li-ion memerlukan teknologi produksi yang canggih, sehingga biaya produksinya relatif tinggi dibandingkan dengan jenis baterai lain.
  2. Pengisian yang lambat: Pengisian baterai Li-ion memerlukan waktu yang relatif lama, terutama jika baterai tersebut telah terlalu kosong atau terlalu penuh.
  3. Penggunaan yang terbatas: Baterai Li-ion memiliki umur pakai yang terbatas, karena kinerjanya akan terus menurun seiring dengan penggunaan dan usia baterai. Saat ini, baterai Li-ion umumnya memiliki umur pakai sekitar 2-3 tahun.
  4. Pengaruh suhu: Baterai Li-ion sensitif terhadap suhu tinggi dan rendah. Jika terlalu panas atau terlalu dingin, baterai Li-ion dapat mengalami kerusakan dan memperpendek umur pakainya.
  5. Potensi kebakaran: Baterai Li-ion memiliki potensi untuk terbakar atau meledak jika terjadi korsleting atau kesalahan dalam penggunaan atau pengisian. Oleh karena itu, baterai Li-ion harus dirawat dan digunakan dengan hati-hati.
  6. Pengaruh lingkungan: Baterai Li-ion mengandung bahan kimia yang berbahaya bagi lingkungan jika tidak didaur ulang dengan benar. Jika dibuang secara sembarangan, baterai Li-ion dapat mencemari lingkungan dan berbahaya bagi kesehatan manusia dan hewan.

Meskipun memiliki beberapa kelemahan, baterai Li-ion masih merupakan pilihan utama untuk banyak perangkat elektronik dan kendaraan listrik karena kelebihannya yang signifikan. Produsen baterai terus melakukan inovasi dan penelitian untuk mengatasi kelemahan baterai Li-ion, seperti memperpanjang umur pakai dan memperbaiki pengisian yang lambat.

 

Apakah Baterai pada Sepeda Listrik dapat Diganti

Ya, baterai pada sepeda listrik umumnya dapat diganti. Seiring dengan penggunaan sepeda listrik, baterai akan mengalami penurunan kapasitas sehingga membutuhkan penggantian setelah beberapa tahun. Selain itu, ada juga beberapa alasan mengapa seseorang ingin mengganti baterai sepeda listrik, seperti ingin meningkatkan jarak tempuh atau performa sepeda listrik.

Untuk mengganti baterai sepeda listrik, sebaiknya dilakukan oleh teknisi yang terlatih atau bengkel sepeda listrik yang terpercaya, terutama jika sepeda listrik masih dalam garansi. Selain itu, perlu diperhatikan jenis dan spesifikasi baterai yang dibutuhkan agar cocok dengan sepeda listrik yang digunakan.

Penting juga untuk memastikan bahwa baterai yang digunakan adalah baterai yang aman, tahan lama, dan sesuai dengan standar keamanan internasional. Beberapa produsen sepeda listrik memiliki baterai yang dapat dipertukarkan secara mudah dan dapat dibeli secara terpisah, sehingga pengguna dapat dengan mudah mengganti baterai tanpa perlu membeli sepeda listrik baru.

 

Apakah Sepeda Listrik dapat Meledak

Sepeda listrik menggunakan baterai lithium-ion yang aman dan tahan lama. Namun, seperti halnya dengan baterai lithium-ion yang digunakan pada perangkat elektronik lainnya, ada potensi risiko keamanan yang terkait dengan penggunaannya. Meskipun kasus ledakan atau kebakaran baterai pada sepeda listrik sangat jarang terjadi, tetapi tetap mungkin terjadi.

Baca juga:  Kawasaki Ninja Matic J300 VS Honda Forza & Yamaha Xmax, Mana Lebih Tangguh ?

Penyebab umum ledakan atau kebakaran baterai pada sepeda listrik biasanya terkait dengan pengisian baterai yang tidak tepat atau kerusakan pada baterai. Karena itu, penting untuk mengikuti instruksi penggunaan dan pengisian baterai yang disediakan oleh produsen sepeda listrik, serta memperhatikan kondisi baterai dan melakukan perawatan yang tepat.

Jika terjadi masalah atau kerusakan pada baterai sepeda listrik, sebaiknya segera menghubungi produsen atau bengkel sepeda listrik terdekat untuk mendapatkan bantuan. Jangan mencoba memperbaiki baterai sendiri atau membuangnya dengan cara yang salah, karena hal ini dapat menyebabkan risiko keamanan yang lebih tinggi.

 

Keuntungan Menggunakan Sepeda Listrik

Berikut ini adalah beberapa keuntungan yang dapat diperoleh dari menggunakan sepeda listrik:

  1. Ramah Lingkungan: Sepeda listrik lebih ramah lingkungan daripada kendaraan bermotor konvensional karena tidak menghasilkan emisi gas buang yang berbahaya bagi lingkungan dan kesehatan manusia.
  2. Efisien: Sepeda listrik memerlukan biaya operasional yang lebih rendah daripada kendaraan bermotor konvensional, seperti biaya bahan bakar dan perawatan.
  3. Mudah digunakan: Sepeda listrik mudah digunakan dan tidak memerlukan banyak tenaga untuk menggerakkan sepeda. Hal ini sangat membantu bagi mereka yang ingin bersepeda tetapi tidak ingin lelah atau kehabisan tenaga.
  4. Menjaga kesehatan: Sepeda listrik masih memerlukan penggunaan pedal sehingga tetap membantu menjaga kesehatan tubuh dengan cara membakar kalori dan memperkuat otot kaki.
  5. Fleksibel: Sepeda listrik dapat digunakan di berbagai medan, seperti jalan raya, jalur sepeda, atau jalan setapak. Hal ini membuat sepeda listrik lebih fleksibel daripada kendaraan bermotor konvensional yang hanya dapat digunakan di jalan raya.
  6. Dapat diandalkan: Sepeda listrik biasanya memiliki baterai cadangan yang dapat digunakan jika baterai utama habis. Dengan begitu, sepeda listrik menjadi lebih dapat diandalkan daripada sepeda konvensional yang bergantung pada tenaga manusia.
  7. Biaya yang terjangkau: Meskipun harga sepeda listrik bisa lebih mahal dibandingkan sepeda konvensional, tetapi sepeda listrik menawarkan biaya yang terjangkau dalam jangka panjang karena biaya operasionalnya yang lebih rendah.

 

Kerugian Menggunakan Sepeda Listrik

Meskipun memiliki banyak keuntungan, penggunaan sepeda listrik juga memiliki beberapa kerugian, seperti:
  1. Harga yang lebih mahal: Sepeda listrik cenderung memiliki harga yang lebih mahal daripada sepeda konvensional karena penggunaannya menggunakan teknologi motor listrik dan baterai yang lebih canggih.
  2. Berat: Sepeda listrik biasanya lebih berat daripada sepeda konvensional karena motor dan baterainya. Hal ini bisa membuatnya kurang nyaman jika harus digunakan tanpa bantuan motor listrik.
  3. Masa pakai baterai: Baterai pada sepeda listrik memiliki umur pakai yang terbatas dan perlu diganti setelah beberapa tahun penggunaan. Biaya penggantian baterai juga bisa mahal.
  4. Terbatas jarak tempuh: Jarak tempuh pada sepeda listrik terbatas oleh kapasitas baterai, sehingga tidak dapat menempuh jarak yang jauh seperti kendaraan bermotor konvensional.
  5. Perlu pengisian daya: Sepeda listrik perlu diisi daya baterainya secara teratur, yang bisa memakan waktu dan tidak selalu mudah dilakukan jika tidak ada tempat pengisian daya yang dekat.
  6. Kurangnya infrastruktur: Terkadang sulit menemukan tempat pengisian daya sepeda listrik di beberapa kota atau daerah, sehingga membuat penggunaan sepeda listrik kurang praktis jika perlu perjalanan jarak jauh.
  7. Keterbatasan kecepatan: Sepeda listrik tidak dapat mencapai kecepatan yang sama seperti kendaraan bermotor konvensional, sehingga tidak cocok untuk perjalanan jarak jauh dengan waktu yang terbatas.