
Bagaimana PETASOL berkontribusi langsung pada kemandirian dan kemajuan BUMDes? Berikut adalah rinciannya:
1. Sumber Pendapatan Baru BUMDes (Nilai Ekonomi Tinggi)
Mengubah Limbah Menjadi Rupiah: Sampah plastik jenis kantong kresek atau kemasan yang awalnya tidak bernilai ekonomi atau kerap dibakar, dikumpulkan dan diolah.
Margin Keuntungan Menjanjikan: Setiap 50 kg sampah plastik mampu menghasilkan sekitar 40 hingga 48 liter solar alternatif. Dengan modal bahan baku yang murah (bahkan gratis dari limbah warga), BUMDes mendapatkan margin laba yang tinggi dari penjualan bahan bakar ini ke pasar domestik.
2. Mendorong Kemandirian Energi dan Pangan Desa
Bahan Bakar Alat Mesin Pertanian (Alsintan): Hasil solar dari PETASOL teruji aman digunakan untuk mesin diesel, seperti traktor, mesin pompa air sawah, penggiling padi, hingga perahu nelayan tradisional.
Menurunkan Biaya Operasional Petani: BUMDes dapat menjual PETASOL dengan harga yang lebih terjangkau dibanding solar nonsubsidi di SPBU. Hal ini membantu petani/nelayan menghemat biaya produksi sekaligus mengatasi kelangkaan pasokan BBM di pedesaan.
3. Solusi Pengelolaan Sampah Desa Terintegrasi
Penerapan Ekonomi Sirkular: Melalui unit usaha ini, BUMDes bertindak sebagai pengelola lingkungan. Penumpukan sampah di desa berkurang drastis karena diinvestasikan kembali menjadi produk produktif.
Inovasi Tabungan Sampah: Beberapa desa, seperti BUMDes Muji Berkah di Kendal, mengintegrasikan program PETASOL dengan sistem menabung sampah plastik yang dapat ditukar dengan nilai ekonomis seperti emas, sehingga partisipasi warga meningkat. (Budi Trisno Aji, Banjarnegara)


