Mitos 1: Panel Surya Tidak Bekerja Saat Mendung
Fakta: Panel tetap menghasilkan listrik saat mendung, hanya jumlahnya lebih rendah dibanding saat cerah.
Mitos 2: Pasang PLTS Berarti Tagihan Listrik Nol
Fakta: Tidak selalu. Pada malam hari rumah tetap memakai listrik PLN, dan kelebihan produksi yang dialirkan ke jaringan tidak dihargai pada aturan saat ini. Penghematan nyata ada, tetapi tagihan nol biasanya membutuhkan sistem besar dengan baterai.
Mitos 3: PLTS Tidak Pernah Balik Modal
Fakta: Bergantung pada tarif, pemakaian siang hari, dan harga pasang. Dalam simulasi sistem 3 kWp, balik modal berada di kisaran sekitar 8 hingga 10 tahun dengan asumsi tertentu, sementara umur panel bisa sekitar 25 tahun.
Mitos 4: Listrik Tetap Menyala Saat PLN Padam
Fakta: Pada sistem on-grid tanpa baterai, inverter otomatis berhenti saat PLN padam untuk melindungi keselamatan petugas. Untuk listrik saat padam, dibutuhkan sistem hybrid dengan baterai.
Mitos 5: Pemasangan Panel Membuat Atap Bocor
Fakta: Pemasangan yang benar dengan struktur dan penutup yang sesuai tidak menyebabkan kebocoran. Risiko muncul bila dikerjakan asal-asalan, itulah mengapa pemilihan pemasang penting.
Mitos 6: Panel Surya Butuh Perawatan Rumit
Fakta: Perawatannya ringan, terutama pembersihan berkala dan inspeksi tahunan. Tidak ada bagian bergerak pada panel.
Mitos 7: Semua Sistem PLTS Wajib Pakai Baterai
Fakta: Sistem on-grid dapat berjalan tanpa baterai. Baterai hanya diperlukan bila Anda ingin menyimpan energi atau memiliki cadangan listrik.
Bonus: Panel Surya Hanya untuk Orang Kaya
Fakta: Biaya awal memang besar, tetapi harga per kWp telah turun dibanding satu dekade lalu, dan tersedia pilihan cicilan atau sewa dari sejumlah penyedia. Tetap bandingkan total biaya dengan cermat.
FAQ
Dari mana mitos ini muncul? Umumnya dari informasi yang usang atau janji penjualan yang terlalu optimistis.
Kesimpulan
Bekali diri dengan fakta sebelum memutuskan. Minta pemasang menjelaskan asumsi, bukan hanya janji penghematan.


